Loading...
Loading...

Bismillah, 193. YANG PELIT KIAN SEMPIT YANG DERMAWAN KIAN LAPANG Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Keutamaan shadaqah Halaman 85-88 Dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang bershadaqah seperti dua orang yang memakai baju jubah terbuat dari besi atau dua perisai terbuat dari besi, yang terpotong bagian lengannya sampai tulang selangka ke-duanya. Orang yang bershadaqah setiap kali ia bershadaqah pakaiannya menjadi longgar sampai menutupi jarinya dan menghilangkan bekas jalannya; dan orang yang bakhil setiap kali hendak bershadaqah pakaiannya menjadi sempit sehingga menempel ketat pada pemakainya." Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata, "Aku melihat Rasulullah ﷺ berkata dan memberikan isyarat dengan jari-jarinya yang berada dalam kantongnya. Seandainya engkau melihatnya berusaha untuk memperluasnya niscaya tidak menjadi luas." Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dalam kitab az-Zakah, dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dan lafazhnya adalah bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang berinfak seperti dua orang yang memakai baju jubah yang terbuat dari besi yang hanya menutupi buah dada hingga tulang selangkanya. Adapun orang yang suka berinfak, tidaklah ia berinfak melainkan bajunya akan melonggar atau menjauh dari kulitnya sampai menghilangkan bekasnya. Sedangkan orang bakhil, setiap kali ia tidak mau berinfak dengan sesuatu apa pun maka baju besinya akan menyempit sehingga menempel ketat pada setiap kulitnya, dan ketika ia berusaha untuk melonggarkannya maka ia tidak bisa melonggarkannya." Dan al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Burdah, dari ayahnya, dari Nabi beliau bersabda: Wajib atas setiap muslim untuk bershadaqah.' Para Shahabat bertanya, `Wahai Nabi Allah, bagaimana jika ia tidak sanggup?' Beliau ﷺ menjawab, `Dia bekerja dengan tangannya sendiri untuk memberikan manfaat untuk dirinya lalu bershadaqah.' Para Shahabat bertanya kembali, `Apabila tidak sanggup?' Beliau menjawab, ﷺ (Hendaklah ia) menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan.' Para Shahabat bertanya, (Jika ia tidak sanggup?' Beliau menjawab, `Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari berbuat keburukan, karena yang demikian itu adalah shadaqah baginya.'" Ketika orang yang bakhil terhalang dari kebaikan, tercegah dari ketaatan dan kebaikan, maka balasannya pun sama persis dengan amalannya, yaitu dadanya menjadi sempit dan tak kunjung lapang, jiwa juga menjadi sempit, tidak bahagia, selalu merasa gundah, berduka cita, selalu sedih, urusannya menjadi tidak beres dan tidak ditolong dalam memperoleh keinginannya. Dia seperti seorang yang memiliki baju jubah yang terbuat dari besi yang telah merekatkan tangannya sampai ke lehernya, di mana ia tidak mampu mengeluarkannya dan tidak pula menggerakkannya. Setiap kali ia hendak mengeluarkannya atau memperluas baju jubah itu, maka jubah itu akan semakin lengket ke kulitnya. Seperti itulah orang bakhil, setiap kali ia hendak bershadaqah ia akan terhalang oleh sifat bakhilnya, sehingga hatinya tetap berada dalam penjara. Adapun orang yang suka bershadaqah, setiap kali ia bershadaqah maka hatinya akan menjadi lapang, dan ia seperti melebarnya jubah tersebut seperti yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dalam haditsnya. Setiap kali ia bershadaqah, (hatinya) menjadi luas, lapang dan kegembiraannya semakin besar dan kuat. Sekiranya tidak ada sesuatu pada shadaqah melainkan hanya faedah ini saja, niscaya setiap hamba akan berusaha memperbanyak dan bersegera kepadanya. ===
Simak Kajian Lengkapnya
(193) YANG PELIT KIAN SEMPIT, YANG DERMAWAN KIAN LAPANG
di Youtube Channel “Muhammad Nuzul Dzikri”
No transcript available for this episode.

Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project

Radio Muhajir Project